Senin, 10 Januari 2011

Pantai Balikpapan Yang Elok Rupawan


Waktu masa liburan yang dinantikan telah tiba, dengan suka cita bergegas diri pergi kepantai yang berada di kota Balikpapan, saat perjalanan menuju pantai Balikpapan ada nilai tersendiri yang menggugah hati untuk menikmati, dengan modal uang pas-pasan aku tetap pergi melanjutkan kepantai yang berada dikota Balikpapan yang terkenal elok pesona hamparan pantainya, melihat pantai yang berada di lokasi Balikpapan membuat mata ini dimanja dengan sejuta keindahan yang sungguh mengagumkan jiwa.

Di pagi hari yang masih berembun, jam tangan sudah menunjukkan pukul 6 pagi tepat, aku mulai meninggalkan kota Samarinda dan pergi kepantai Balikpapan yang tak asing lagi di telinga para wisatawan lokal maupun manca negara, pantai Balikpapan terkenal dengan pantai yang elok rupawan dan mempesona keindahan yang sungguh luar biasa dipandang mata.

Daerah Balikpapan terdapat pantai Manggar dan pantai Lamaru yang sangat terkenal dengan keindahan yang elok rupawan, suasana pantai manggar hampir sama dengan pantai Lamaru, berpasir agak putih dan ada pohon pinus di pinggirnya. Pantai manggar terdapat fasilitas yang cukup lumayan lengkap, saat ini sudah tersedia watersport seperti banana boat dan jet ski, dan penyewaan-penyewaan balon pelampung untuk anak-anak.

Saat pergi menuju pantai di Balikpapan merupakan kisah yang penuh dengan nuansa indah, dan setelah sampai di pantai manggar dan lamaru kita akan menemukan alam yang terbentang luas dengan keindahan panorama yang dimilki pantai tersebut, sungguh wisata yang membuat hati merasakan keindahan yang tiada tara, saat pergi kepantai yang berada didaerah Balikpapan yang elok rupawan.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Minggu, 09 Januari 2011

Naik Perahu Di Sungai Mahakam



Dulu waktu aku kekaltim pernah naek perahu kecil saat mau menyeberang kesungai mahakam, dengan daerah indah penuh pesona iringi langkah perahu yang kunaiki menyusuri sungai yang begitu deras airnya mengalir, kalau kita melihat dari permukaan terlihat sederhana saja aliran airnya yang tak tampak deras, namun sebenarnya arus aliran sungai itu begitu deras, apabila air itu dilihat semakin kedalam dan kedalam.

Sungai mahakam terlihat indah pesona yang membentang dengan panorama yang punya ciri khas luar biasa, alamnya yang nampak masih asri membuat sejuk keberadaan disekitar sungai mahakam, dulu aku sering hanya sekedar melihat sungai mahakam waktu dikaltim, walau hanya sebatas melihat-lihat saja dipinggir sungai mahakam, ada sesuatu yang nampak indah membuat diri ini bahagia dengan melihat panorama keindahan yang dimiliki sungai mahakam.

Pernah waktu mau menyeberang kesungai mahakam membuat hati ini jantungan, karena waktu naek perahu kecil itu, ternyata ditengah-tengah sungai yang begitu besar dan deras airnya, mesin perahu yang kunaiki mati ditengah-tengah sungai yang membentang luas, melihat gelagat itu aku seolah-olah tenang saja, tetapi sebenarnya dalam hatiku ada rasa was-was saat itu, bagaimana tidak perahu yang kunaiki terseret air sampai sekitar sepuluh menit, tetapi aku merasa bersyukur setelah sepuluh menit perahu itu menyala lagi mesinnya, betapa senangnya hati ini yang kurasa waktu itu, ternyata sang maha pencipta berkehendak lain, dan akhirnya perahu itu berjalan lagi menyusuri sungai sampai tujuan yang ingin kucapai saat itu.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Kamis, 06 Januari 2011

Belajar Mengaji Dan Kitab Di Waktu Kecil


Masa kecil adalah masa yang punya kenangan setiap insan yang pernah merasakan, dan dimasa kecilku aku belum mengenal apa itu komputer, karena waktu itu belum masuk kedesaku, sehingga mengaji disore hari adalah jalan hidupku dimasa kecil, dengan banyak belajar agama membuat hati ini bahagia saat itu.

Keberadaan kampung halamanku yang dulu masih terlihat corak desa yang asri dan anggun, saat ini sudah mulai menunjukkan titik-titik keramaian, waktu dulu jalan depan rumahku belum diaspal, tetapi saat ini sudah menjadi jalan raya, dan sekarang sudah mulai memasuki era perubahan desa menuju kota kecil, itulah gambaran desaku di waktu dulu dan sekarang yang terlihat nampak berbeda sekali.

Waktu kecil di saat menjelang sore aku sudah bersiap diri pergi ketempat mengaji, apabila mendengar suara bedug dan kentongan telah terngiang di telingaku begitu keras, berarti itu pertanda waktu maghrib yang di tunggu telah tiba, aku mulai berangkat kemasjid untuk menimba ilmu agama, sebelum sholat dimulai alunan suara pujian dilantunkan secara bersamaan, aku masih ingat dengan sepenggal lirik pujian itu "ijeh tjilik diulang ngaji besok yen gede supoyo ngerti" (saat masih kecil diajari mengaji, agar disaat menginjak dewasa paham tentang makna yang terkandung dalam agama).

Setelah sholat magrhib selesai, Pak Kyai mengajari aku mengaji dan juga kitab Sulam taufiq, Matan Al Jurumiyah, nahwu sorof dan masih banyak lagi kitab yang aku pelajari saat aku masih kecil, sungguh indah di waktu itu dengan mengingat canda tawa bersama sahabat, saat belajar mengaji itu datang, dari situ nilai spiritual aku rasakan dan sekaligus sebagai penguat hatiku, melalui belajar agama di sore hari membuat perasaan indah dan nyaman dalam mengeja langkah diwaktu kecil.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Aku Sudah Mati

By: Khoirul Taqwim

Hari ini aku sudah mati
Bersama layang-layang terbang tinggi membumbung
Burung-burung gagak menyambut jasadku
Dengan tawa dan senyum kecil saat melihat tubuhku
Karena sebentar lagi aku akan menjadi santapan siang bolong
Cacing bumipun ikut menari dibawah tanah
Saat jasadku dimasukkan kubangan liang lahat
Aku hanya tertawa tak ada air mata sedikitpun waktu itu

Kematianku hari ini
Bukan bentuk keputusasaanku
Namun ini adalah makna yang terdalam
Hubungan antara aku dan sang maha pencipta
Dan aku telah menepati janji hari ini
Ikhlas itulah kunci yang tepat saat melepas jasad
Masuk surga atau neraka aku tak perduli itu
Semua kuserahkan pada Allah yang maha agung

Kematian
Aku punya sedikit pinta hanya melepas nafas dan jasad tersisa
Seperti dahulu kala aku tak kembali bernyawa
Sampai detik ini juga aku akan melepas raga di alam raya

Hari kematianku ini
Kupersembahkan pada Allah yang maha suci
Sebagai wujud hamba yang pasrah dan ikhlas

Aku Sudah Mati


By: Khoirul Taqwim

Hari ini aku sudah mati
Bersama layang-layang terbang tinggi membumbung
Burung-burung gagak menyambut jasadku
Dengan tawa dan senyum kecil saat melihat tubuhku
Karena sebentar lagi aku akan menjadi santapan siang bolong
Cacing bumipun ikut menari dibawah tanah
Saat jasadku dimasukkan kubangan liang lahat
Aku hanya tertawa tak ada air mata sedikitpun waktu itu

Kematianku hari ini
Bukan bentuk keputusasaanku
Namun ini adalah makna yang terdalam
Hubungan antara aku dan sang maha pencipta
Dan aku telah menepati janji hari ini
Ikhlas itulah kunci yang tepat saat melepas jasad
Masuk surga atau neraka aku tak perduli itu
Semua kuserahkan pada Allah yang maha agung

Kematian
Aku punya sedikit pinta hanya melepas nafas dan jasad tersisa
Seperti dahulu kala aku tak kembali bernyawa
Sampai detik ini juga aku akan melepas raga di alam raya

Hari kematianku ini
Kupersembahkan pada Allah yang maha suci
Sebagai wujud hamba yang pasrah dan ikhlas

Rabu, 05 Januari 2011

Jejaring Sosial Baru Produk Dalam Negeri



Saat ini ada beberapa jejaring sosial produk dalam negeri bermunculan didunia maya, di antara jejaring sosial yang muncul itu adalah kiber, dan keberadaan kiber merupakan salah satu dari jejaring sosial yang masih tergolong baru sebagai produk dalam negeri, karena itu dukungan dan partisipasi dari semua pihak sangat diharapkan sebagai bentuk cinta produk dalam negeri.

Kemunculan jejaring sosial kiber yang masih baru lahir, dapat dikatakan masih balita yang perlu banyak belajar dalam berjalan membangun salah satu jejaring sosial produk dalam negeri, dengan melihat realitas dalam negeri didunia maya yang cenderung dikuasai jejaring sosial produk luar negeri, seperti facebook, twitter dan masih banyak lagi jejaring sosial dari luar negeri yang mendominasi di dunia maya saat ini.

Berangkat dari tulisan diatas, sehingga kita melihat banyak sekali bermunculan jejaring sosial produk dalam negeri dan salah satu jejaring sosial dalam negeri yang baru lahir itu adalah kiber yang berusaha terus membangun aplikasi dan fiturnya, agar kedepan kiber dapat terus lebih baik dalam membangun salah satu jejaring sosial yang masih tergolong baru sebagai produk dalam negeri.

Kehadiran jejaring sosial kiber yang masih dibilang baru lahir merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial yang ada di Indonesia, dan menjadi salah satu dari beberapa jejaring sosial yang ada didunia maya saat ini.

Terobosan jejaring sosial baru kiber (www.kitaberbagi.com) merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang terus merekonstruksi diri sebisa mungkin dalam mengembangkan jejaring sosial produk dalam negeri, sehingga terus dibutuhkan inovasi dan kreatifitas semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan yang lebih progress.

Terima Kasih banyak buat semuanya...........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Manusia Berkepala Kuda Membuat Aku Pingsan


Suasana gelap gulita dipegunungan dengan terdengar suara yang tak biasa, hatiku mulai kaku membisu, merontapun tak tahan didekap kabut malam yang begitu kuat menusuk pori-pori, hingga buat aku terjatuh dan bangun lagi di tengah pepohonan yang begitu banyak merintangi perjalananku menuju tempat tinggalku.

Saat lewat pemakaman hati mulai merasakan suasana yang gelisah, bau bangkai kuat sekali menembus rongga hidungku, malam ini benar seratus derajat buat aku tak tahan melihat kejadian yang kurasakan saat ini.

Berbekal seonggok keberanian kutetap berjalan menembus gelap gulita yang semakin kuat melekat, bahkan senterkupun saat kuarahkan ketempat yang gelap tak kuat juga cahaya menembusnya. tetapi aku harus cepat pulang karena ibuku akan merasa khawatir, apabila sampai larut malam aku belum datang juga.

Sejak dari kota tadi perjalanan malam ini begitu sepi, terasa hidup di pulau mati yang kurasa, terlihat dari agak jauh ada sosok hitam tinggi berdiri, semakin dekat dengan sosok itu, kuarahkan senterku kesosok tinggi tadi, betapa kaget hatiku ada manusia tinggi berkepala kuda, seketika aku langsung pingsan di kala itu.

Setelah siuman dari pingsan aku sudah ada disebuah rumah kecil, lalu didepan mataku ada seorang kakek berdiri tegak, dia dengan santun berkata lemah lembut menanyakan tentang asalku dan banyak sekali pertanyaan yang meluncur dari bibirnya, namun aku hanya mengajukan satu pertanyaan, apa benar di jalan tadi ada manusia berkepala kuda? Kakek itu menjawab dengan senyum kecil, dan dia bercerita bahwa manusia yang berkepala kuda tadi adalah dirinya yang baru saja pulang dari pentas badut. sehingga waktu itu dia memakai topeng kuda dimalam gelap, untuk melindungi kepala dari gerimis kecil dan menghangatkan kepala dari serangan dingin yang berkabut, pengakuan sikakek itu benar atau sebatas menghibur diriku agar tidak trauma, semua rahasia itu hanya kakek sendiri yang tahu.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...........